Pasar adalah jantung perekonomian masyarakat pada umumnya, memiliki peran vital menghidupkan peradaban, mulai dari sandang, pangan, dan papan semuanya nyaris komplit di dalam pasar tradisional. Saat Covid-19 melanda, fungsi pasar tradisional dan pasar modern yang mengandalkan pertemuan langsung terdampak secara ekonomi, tetapi pasar digital mampu mendulang untung di masa-masa pandemi, yang membuktikan peran pasar begitu vital. Bila kita membaca sirah, kita akan menemukan kisah seorang Abdurrahman bin Auf seorang Sahabat Nabi SAW yang ditawarkan bantuan-bantuan serta kemudahan oleh kaum Anshar lalu ia menjawab dengan lugas, "Tunjukan di mana pasar". Foto lawas ini saat kami jalan-jalan ke pasar malam di Keningau Sabah Malaysia. Pasar begitu terdampak di masa-masa pandemi yang mengharuskan kerajaan Malaysia segera mengambil kebijakan-kebijakan yang mendukung para pedagang di pasar. Sementara di Indonesia? Regulasi pemerintah setempat hanya berpengaruh sedikit untuk kembali mengaktifkan pasar, dengan keunggulan jumlah penduduk dan tekanan hidup Indonesia dengan sendirinya mampu bangkit dari kemerosotan ekonomi, menjadi modal yang baik sebagai imun menghadapi resesi.
Showing posts with label Pedagang. Show all posts
Showing posts with label Pedagang. Show all posts
Wednesday, February 22, 2023
Sunday, September 8, 2019
Ada Apa di Batu Sipping Jeneponto ?
Perjalanan kali ini lumayan seru, kita menuju arah selatan, lalu ke arah timur, menyusuri pantai selatan Sulawesi Selatan. Kita akan menuju Kabupaten Jeneponto, jalan yang akan kita lewati adalah jalan poros Makassar - Jeneponto. Melintasi Makassar dan Gowa, jalannya masih di hiasi perumahan dan pusat-pusat perbelanjaan di sepanjang jalan, baik pasar modern maupun pasar tradisional, bukti bahwa masyarakat suku Bugis Makassar adalah pejuang tangguh dalam urusan perdagangan.
Sudah sejak zaman penjajahan masyarakat Sulawesi Selatan terkenal merupakan pelaut ulung, lebih tepatnya pebisnis tangguh. Karena semangat berbisnis dan berdagang yang luar biasa, ilmu kelautan dan pelayaran di pelajari secara serius dan menjadikan para pebisnis atau pedagang ini menjadi pelaut yang ulung. Itulah sekelumit tinta emas sejarah masyarakat Sulawesi Selatan di masa lalu.
Perjalanan kita lanjutkan, jalan-jalan produktif, jalan-jalan mencari hikmah, sebab setiap perjalanan akan memberikan kita hikmah, membuat kita belajar, bagi orang-orang yang terus berpikir dan berinovasi. Ada apa di tempat tujuan kita kali ini? Ada apa di Batu Siping Kabupaten Jeneponto? Ada keindahan alam yang luar biasa. Tak hanya kualitas garam terbaik yang menjadi ciri khas Jeneponto, tak hanya coto kuda yang menjadi ciri khas Jeneponto, ada tempat wisata yang keren dan indah juga menjadi ciri khas Jeneponto, yaitu Batu Sipping Jeneponto.
Batu Sipping Jeneponto terletak di Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto. Kurang lebih 7 Kilometer dari jalan poros Takalar - Jeneponto. Dari Makassar sekitar 2 Setengah Jam menuju Batu Sipping Kabupaten Jeneponto.
Perjalanannya memang sangat seru, sebab jalanan menuju Batu Sipping cukup menantang, dari Kota Jeneponto, seolah-olah kita sedang meninggalkan keramaian, tetapi panjangnya perjalanan terbayarkan dengan keindahan alam di Batu Sipping. Jadi, bagi kalian yang ingin mencoba bertualang, sedang jalan-jalan di Sulawesi Selatan, jangan lupa mampir ke Batu Sipping Jeneponto. Ayo ke Jeneponto! Ayo ke Sulsel!
Oleh : Mohamad Khaidir
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Jalan-jalan faedah, atau jalan-jalan unfaedah, kamu pilih yang mana? Jalan-jalan yang bermanfaat atau jalan-jalan yang tak bermanfaat? Bila...
-
Kota Sengkang, atau Kota Wajo, Ibu Kota Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan. Kota yang cukup bersih dan rapi penataannya. Mobil minibus melaju ...
-
Hai Desember! Bulan terakhir dalam tahun masehi, bulan ke-12. Mari kita jalan-jalan di sebuah tempat yang instagramable di Makassar, jala...